welcome

Selasa, 14 November 2017

Perempuan Lain

Seberapapun aku berusaha menjadi pemeran wanita utama, tetap saja aku adalah wanita lain dalam kisah mu.
Jika dalam kisahmu kau selalu menuliskan bahwa kau menyukainya karena keanggunan sifatnya, dia yang dengan tatapannya yang tajam namun lembut dalam bertindak, dia yang hanya tersenyum dan tak pernah terlihat cekikikan seperti gadis kebanyakan, maka aku hanya gadis kebanyakan tersebut.
Seberapapun aku berusaha bertindak anggun dan lemah lembut, nyatanya aku hanya bisa tertawa terbahak-bahak sambil memukul-mukul meja ketika ada lelucon receh yang di bicarakan seseorang.

Jika dalam kisahmu kau menuliskan bahwa kau jatuh cinta kepadanya karena kecerdasannya, kecerdasan yang jarang dimiliki pada gadis seusianya, maka aku hanyalah gadis lain seusianya yang sering pelanga pelongo dengan tatapan kosong saat ada yang menjelaskan mengenai suatu penjelasan teori.

Jika dalam kisahmu kau menuliskan bahwa kau jatuh cinta kepadanya karena kecantikannya, ia memiliki bentuk wajah yang simetris dan memiliki aura misterius, maapkan aku yang sama sekali tidak cantik ini. Yang memiliki banyak sekali kekurangan di setiap inci wajahku. Entah mata kiri dan mata kanan yang tidak simetris, hidup yang mancung kedalam, pipi yamg chubby penuh jerawat, bibir yang tebal dan gigi yang berantakan. Serta terlihat konyol saat sedang tersenyum.

Hmm...
Kini perasaanku pun berubah.
Dari perasaan ingin memiliki, menjadi perasaan apapun itu asal kamu bahagia.

Bukannya aku tak pernah mencintaimu.
Tapi dari awal kaulah yang membuatku tak pernah yakin kepadamu.
Kadang kau perlakukan aku layaknya aku adalah satu-satunya wanita di hatimu.
Tapi lain waktu kau perlakukan aku seperti wanita asing yang tak pernah kau kenal.

Kau harusnya tau..
Aku bukan seperti wanita-wanita penggoda itu.
Aku terlalu malu walau hanya sekedar penanyakan apa yang sedang kau lakukan saat ini.
Kau harusnya tau...
Aku tipe wanita yang terlalu gengsi walau hanya sekedar menelponmu duluan, mengungkapkan jika aku rindu padamu saat ini.
Kau harusnya tau...
Aku tidak mungkin meladeni seorang pria yang tidak kusukai kecuali aku menyukainya.

Tapi nyatanya kau tidak tau.
Dan kau tidak pernah bertanya.
Kau hanya perlahan-lahan pergi.
Mencari opsi lain.
Seakan aku tak berharga, aku hanya seorang calon pilihan yang akhirnya tidak kau pilih.
Padahal hatiku kepadamu tertaut begitu dalam.

Mungkin aku saja yang terlalu naif.
Berharap ada seorang pangeran yang datang, yang mencintaiku apa adanya, aku mencintainya juga apa adanya. Yang dengannya aku tak pernah merasa ragu.
Yahh... Walaupun beberapa seniorku di ruangan selalu mengatakan, kita tidak akan pernah benar-benar yakin saat kita sedang memilih calon pendamping hidup kita, akan selalu ada keraguan yang harus kamu sirnakan, karena tidak ada yang sempurna di dunia ini.
Yah... Walaupun aku selalu pesimis saat mendengar beberapa teman dan seniorku yang gagal dalam pernikahan dan beberapa tidak bahagia dengan pernikahan mereka...
Tapi aku ingin tetap meyakini, bahwa akan ada seseorang dan aku menginginkan seseorang itu, yang hatinya memiliki perasaan yang begitu dalam kepadaku.
Ah.. Aku memang terlalu naif.

Namun...
Jika kau tanya hatiku sekarang.
Tenang saja, tidak ada lagi kau di hati dan di pikiranku.
Walaupun sekarang terasa hampa, tapi aku terus meyakini jika suatu hari ada seorang pangeran yang akan datang dengan penuh keyakinan, cinta dan keberanian untuk mengungkapkan jika dia ingin bersamaku.

End.


Minggu, 29 Oktober 2017

Negeri di Ujung Tanduk

Menggema lagu darah juang berkali-kali dalam benak, berbunyi liriknya:

Di sini negeri kami
Tempat padi terhampar
Samuderanya kaya raya
Tanah kami subur tuan...

Di negeri permai ini
Berjuta Rakyat bersimbah rugah
Anak buruh tak sekolah
Pemuda desa tak kerja...

Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
Tuk bebaskan rakyat...

Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
Padamu kami berjanji...

Membayangkan, betapa bergeloranya semangat para pemuda pemudi kita memperjuangkan reformasi saat mengumandangkan lagu ini.

Dari beberapa buku terbitan tahun 80an dan 90an, rata-rata penulisnya pasti memuat sedikit banyak tentang perjuangan reformasi pada saat itu. Bagaimana para pemudanya sangat mengerti keadaan ekonomi dan politik negeri ini saat usia mereka masih sangat muda.

Membandingkan dengan pemuda masa kini yang kebanyakan ALAY, sering galau gak jelas meratapi kejombloan, sibuk dengan game, nongkrong dan main sosmed gak jelas. Menjadikan alasan-alasan gak penting itu buat menunda kelulusan, jika pemuda era reformasi saat itu kebanyakan tertunda kelulusannya karena sibuk berdemo berkelahi dengan dosen dan dekan karena memperjuangkan rakyat, memperjuangkan harga sembako dan biaya perkuliahan yang mahal, anak zaman now malah sibuk mengkritik dosen karena susah di temui lah, apalah, apalah, mereka saja yang kurang usaha, kurang berjuang.

Ah..
Menatap masa depan negeri ini sungguh miris rupanya.
Pemuda-pemuda era reformasi yang ku bangga-banggakan tadi sekarang sibuk di pemerintahan, bukan sibuk memperbaiki negeri yang mereka elu-elu kan zaman mahasiswa dulu, tapi sibuk mengatur cara memutar otak untuk mendapatkan jabatan penting dan melakukan korupsi memperkaya diri sendiri, seolah merasa bak pahlawan 'wajar kalo saya korupsi, saya yang memperjuangkan negara demokratis ini dari penjajahan otoriter penguasa itu'.
Lalu menengok pemuda zaman now...
Hahaha...
Mereka lucu sekali.
Ditimpali obat-obatan perusak otak, game smartphone yang membuat candu dan situs2 porno perusak akhlak, mereka seperti mati rasa. Apatis. Jangankan untuk melawan ketidakadilan penguasa, bahkan bangkit bangun untuk sekolah atau kuliah saja mereka malas.
Jangankan untuk memperkaya ilmu dengan membaca lebih banyak buku, mengikuti perkuliahan dengan rajin saja mereka tidak sanggup.
Jangankan untuk berani berbicara tentang ketidakadilan, mengungkapkan isi hati ke pujaan hati saja mereka pengecut.
Jangankan untuk melakukan hal-hal positif dan bermanfaat, mereka lebih suka mengomentari hal-hal yang sayangnya tidak cukup penting untuk membuat mereka kenyang di sosial media.

Pernah ku dapati anak-anak kelas 4 atau 6 SD, sekarang kelakuannya ngalah-ngalahin pemuda pemudi yang usia 20an yang lagi kasmaran. Sudah mengerti pacaran dan beradegan layaknya artis bollywood yang sering di tonton seniorku di ruangan. Ya Tuhan, sinetron kejam sekali.

Ahh.. Suram. Suram. Negeri ini bagaikan di ujung tanduk. Jika tak ada yang bangkit, maka hancurlah sudah semuanya.
Kemana benih-benih, bibit-bibit pejuang itu, hilangkah sudah mereka, kita ini kurang mengilhami sejarah, kurang mengambil manfaat dari tokoh-tokoh pejuang masa lalu, mana kita mengerti arti perjuangan jika belum apa-apa kita sudah pesimis. Kita? Mungkin aku saja.

Aku selalu marah saat menonton berita, selalu geram dan muak saat membaca berita, yang di beritakan apa. Tak henti-henti hanya seputar seorang tokoh pemerintahan lagi dan lagi tertangkap KPK karena melakukan tindakan korupsi, dan lucunya mereka bukannya malu atau merasa bersalah, mereka malah melambai-lambai kepada wartawan sok artis merasa tak bersalah, senyam-senyum kesenangan karrna di tangkap. Tak tahu malu!
Belum lagi berita pembunuhan yang semakin marak yang terjadi hanya karena masalah sepele. Diputus cintanyalah, ditegur karena buang sampahlah, dan berita-berita tentang perkosaan yang sudah menjadi makanan sehari-hari.
Aku makin stress dan trauma ketika melihat berita tersebut. Makin paranoid tentang dunia.

Dalam tiap sholatku, aku selalu berdoa untuk kebaikan negeri ini,
Semoga aku bisa melahirkan pemuda2 yang dapat memperjuangkan ketenteraman negeri ini. Ya Allah jagalah kami dari orang-orang jahat, berilah kami pemimpin yang baik, yang adil, dan bijaksana, jangan biarkan orang-orang munafik yang menjadi pemimpin negeri ini. Aamiin. 😢

Curhatan dari perempuan 25 tahun, yang khawatir tentang negeri ini.


Rabu, 13 September 2017

Tips Lulus Mengikuti Ujian CPNS

Akhir-akhir ini lagi trending topik mengenai pembukaan formasi CPNS 2017.
Setelah 2 tahun terakhir memang gak ada penerimaan CPNS, jadi wajar kalau peminat CPNS tahun ini sangat banyak sekali.

Saya juga salah satu peserta tes CPNS di tahun 2014, peserta ujian CPNS di tahun 2014 adalah peserta uji coba yang untuk pertama kalinya sistem CAT (computer assisted test) di gunakan.

Diselenggarakannya ujian CPNS dengan sistem CAT ini menutup kesempatan bagi oknum-oknum tertentu untuk berbuat curang. Yaa seperti kita tau, persepsi masyarakat dalam penyelenggaraan tes CPNS pasti kental sekali dengan adanya KKN dan Korupsi.
Sampai sekarang aja, aku masih sering di tanya, "Resti bisa lulus CPNS gimana caranya? Ada orang dalam kahh? Bayar berapa?"

Padahal kita mah bener-bener murni lolos tanpa ada apa-apa. Tanpa ada manipulasi-manipulasian. Bagaimana mau memanipulasi kalau nilai yang diperoleh peserta langsung bisa dilihat beberapa detik saat selesai mengerjakan soal tes CPNS.

Yups, dengan sistem CAT kita sudah bisa mengetahui kita lulus atau tidak melalui passing grade. Karena nilai dari 3 tes dalam sistem CAT akan muncul begitu kita selesai atau waktu tes sudah habis.

Tes CAT terdiri dari Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU) dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Yang masing-masing dari 3 tes ini ada passing grade yang menjadi ukuran nilai dalam menentukan siapa saja nantinya yang akan mengikuti seleksi selanjutnya, yaitu Psikotes dan Tes Kompetensi Bidang (TKB).

Oke kita lanjut...
Saya adalah peserta CPNS dari tahun 2013.
Pada tahun 2013 seleksinya masih menggunakan LJK bukan dengan sistem CAT.
Sayangnya saya tidak berhasil lulus di tahun tersebut.


1 tahun saya menyiapkan diri untuk mengikuti tes selanjutnya, dan akhir tahun 2014 formasi CPNS kembali di buka. Yang membuka formasi CPNS saat itu adalah provinsi Kalimantan Timur dan Formasi yang saya incar adalah Bidan pelaksana dengan pendidikan D3 kebidanan. Ingat sekali jika formasi bidan yang di butuhkan saat itu hanya 6 kuota, dan peminat/pendaftar untuk formasi tersebut sekitar 1200an peserta. 1 banding 200. 😅😅

Lanjut...
Fokus dalam persiapan menghadapi tes yang akan ditemui nanti pada saat tes seleksi CPNS berlangsung,
Disini, saya akan berbagi sedikit tips buat teman-teman yang akan mengikuti tes CPNS 2017.

1. Melengkapi persyaratan dan berkas CPNS.
Tentu saja, sebelum mengikuti tes, yang harus di persiapkan adalah melihat formasi yang ada, apakah formasi yang di cari sesuai dengan latar belakang pendidikan kita. Jika sudah, pastikan kita melengkapi persyaratan yang di butuhkan dengan benar dan lengkap. Percuma kan nanti kita capek-capek mempersiapkan diri, gak taunya seleksi berkas aja kita gak lolos... 😐😐
Dan saran saya, jika semua berkas sudah siap, segeralah mengumpulkan berkas anda kebagian penerimaan berkas. Semakin cepat semakin baik, kata teman saya di BKD, mengurangi human error. Takutnya semakin lama, petugas seleksi berkasnya makin sumpek, jenuh, karena makin hari berkas yang masuk akan semakin banyak dan petugasnya makin kelelahan.

2. Memperbanyak materi penguasaan terkait dengan materi-materi soal ujian tes CPNS 2017.
Semakin banyak latihan soal, semakin baik. Karena dalam ujian pertama yaitu Tes Kompetensi Dasar (TKD), ada 3 kategori tes yang diujikan. Usahakan untuk menguasai ketiga materi secara merata.

- Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)
Untuk tes ini, pelajarilah sejarah Indonesia, sejarah kota/provinsi dari tempat dilaksanakannya tes CPNS, UUD 1945, butir pancasila, dan segala yang berhubungan dengan PKN. Aku waktu itu melahap buku-buku sejarah murid SD (karena bacanya ringan, dan mudah di mengerti dan juga sudah mencakup sejarah Indonesia sebagian besar).

- Tes Intelegensia Umum (TIU)
Tes ini kebanyakan hitungan mudah. Matematika SMP kalau aku bilang, seperti aljabar, bangun ruang, deret aritmatika dan logika.

- Tes Karakteristik Pribadi (TKP)
Dan tes ini adalah tes yang membuatku jatuh pada tes tahun 2013 sebelumnya, jika ada beberapa tips yang mengatakan, dalam tes ini kita harus jujur menjawab sesuai apa adanya kita, jangan percaya itu. Jika kalian ingin lulus, jawablah soal ini dengan baik. Yups, jadilah orang baik. Jawablah soal yang mengarah ke hal positif tapi tetap harus konsisten, karena kadang untuk soal TKP ada beberapa soal yang diulang-ulang, untuk membuktikan apakah kita konsisten atau tidak dengan jawaban kita sebelumnya.

Intinya adalah sering-sering berlatih soal. Karena memang materi yang diujikan dalam tes CPNS setiap tahunnya itu hampir sama sehingga semua bisa dipelajari meski tingkat kesulitan yang diujikan itu semakin lama semakin tinggi. Dan jika di kota kalian ada try out penyelenggaraan CPNS, tidak ada salahnya untuk mengikutinya. Aku sendiri juga dulu mengikuti try out CPNS yang diadakan BKD, walaupun waktu try out seringkali malah gak lulus passing grade. 😅😅

Untuk info teman-teman, ini adalah nilai TKD saya:
TKP : 152
TIU : 120
TWK :125
Total = 397

Target saya sebenarnya adalah 400 point, tapi mencapai angka tersebut saya sudah cukup bersyukur. 😊😊

3. Perbanyak berdoa dan minta doa restu orang tua.
Tau istilah orang pintar kalah dengan orang beruntung kan...
Nah... Tes CPNS ini kadang untung-untungan. Kadang yang pintar sekali malah gak lulus, yang lulus adalah orang yang biasa-biasa aja. Ini kenapa? Karena dia beruntung.
Maka ciptakanlah takdir beruntung kalian dengan berdoa dan meminta restu orang tua.

Nahh.. Demikian tips-tips dari saya, semoga bermanfaat. Semoga para peserta tes CPNS tahun ini sukses ya...



Dan untuk tips mengikuti tes lanjutan CPNS (PsikoTes dan Tes Kompetensi Bidang) di tunggu ya artikelnya...

Kamis, 20 Juli 2017

Hemat atau Pelit? Jangan Asal ngatain Temen.

Terserah kalo mau di bilang pelit atau apa.

Aku memang serba perhitungan.
Dari kecil aku sudah di ajarkan untuk mengelola uang dengan baik.
Jika ingin beli sesuatu, nabung.
Jika ingin sesuatu, usaha.
Jangan pernah pamer dengan harta yang bukan milik kita.
"Masih numpang orang tua aja harat, gak malu gaya-gaya pakai uang orang tua", itu kata orang tua ku.

Merasa bersalah banget kalo dalam setahun, gaji habis tanpa sisa gak menghasilkan apa-apa.

Usia 20an itu, usia genting untuk masalah keuangan.
Gak mau kan karena terlalu foya-foya di masa muda, nanti tua nya gak punya apa-apa.

Aku punya banyak keinginan yang hanya bisa kucapai kalo aku nabung. Aku sih bukan tipe cewek yang mengandalkan cowok untuk segala keperluan matrealis, yang kalo mau beli ini ngerengek2 minta di beliin pacar, mau kesitu sok2an manja2 ngerayu2 pacar biar di ajak kesana. Nope! Menurutku harga diri sih yaa... Selama kita bisa, kenapa mesti tergantung dengan orang lain...

Dan semua keinginanku kayak Keliling Indonesia, naik gondola di Venice, menginjakan kaki di Hagia Sofia, lanjutin kuliah S1, beli kendaraan pribadi, rumah pribadi, menikah ala cinderela wedding dan sebagai-sebagainya, itu semua gak mungkin bisa terlaksana kalo aku gak membiasakan diri buat nabung, hidup hemat. Well.. Beda cerita kalo kalian punya bakat bisnis yang kuat, yang dengan mudahnya bisa menghasilkan uang yaa. Karena aku disini mendapatkan uang, pure hanya dari gaji sebagai PNS semata.

Tapi... Dengan gaya hidup hemat begitu, gak berarti saat ini aku gak menikmati hidup loh yaa...
Untuk urusan nongkrong, aku tetep ke mall, aku tetap ke cafe, aku tetep jalan-jalan, tapi frekuensinya aku kurangin.

Aku punya list keuangan dalam sebulan, penghasilan yang ku dapat sudah ku bagi untuk berbagai keperluan.

Tips membagi penghasilan ini ku pelajari dari Li Ka-Shing, orang terkaya di Asia. Dimana Dia selalu membagi penghasilan yang didapatkannya ke dalam 5 bagian, yaitu:
Biaya hidup, Biaya sosial, Dana untuk mengembangkan kualitas diri, Dana wisata dan Dana untuk berinvestasi.

Dengan membagi penghasilan tersebut, aku jadi lebih punya kontrol dalam mengeluarkan uang. Aku tau uang ini di gunakan untuk apa dan seberapa banyak yang di butuhkan. Jadi semuanya bisa teratur dan terkontrol. Dalam sebulan, aku tau berapa jumlah yang harus dikeluarkan untuk makan dan belanja, berapa untuk memberi orang tua, berapa untuk nongkrong, berapa untuk di tabung, berapa untuk membeli buku.

Misal, dalam sebulan jatah uang nongkrongku  adalah 200rb. Jika sekali nongkrong aku sudah menghabiskan 200rb, berarti aku udah gak bisa nongkrong lagi besok-besok nya.
Atau....
Karena khilaf belanja, jadi jatah makan dan belanjaku yang harusnya senilai 500rb, sudah aku habisin 300rb di awal bulan untuk beli baju dan sebagainya. Jadi dalam sebulan kedepan, bagaimanapun caranya, belanja makanku tersisa cuman 200rb. Yaa.. Terpaksa aku harus rajin bawa bekal atau puasa senin-kamis. Well... Itu konsekuensi. Lagian jadi bisa ibadah kan...
Atau....
Ternyata pengeluaran bulan lalu masih sisa, kadang uang itu yang aku gunain buat traktir temen atau buat beliin kado buat temen yang mau ultah.

Mungkin kalian bilang itu perhitungan, tapi mengelola keuangan dengan baik itu salah satu sunah rasul, agar kita gak bersifat boros terhadap sesuatu.
Supaya kita gak menyusahkan orang lain jika kita menginginkan sesuatu. Gituu...
Demikian curhatan dari seseorang yang sering di katain pelit...


Yaa... Semua itu sebenarnya tergantung perspektif masing2 orang yaa...
Ada orang yang ngerti dengan prinsip kita, tapi ada juga yang gak mau tau, dan membanding kita dengan dirinya yang punya sifat hedon, maka di matanya sih seberapa keraspun kita jelasin prinsip kita, kita mahh... Tetap aja bakal di anggap pelit.
😕😕

Ingat...
"Hemat pangkal Kaya, Boros pangkal miskin"
" Allah benci kepada orang yang berlebih-lebihan"


Jumat, 14 Juli 2017

Liburan Bareng genk 'SMS'

hay..hay... welcome back.
Kali ini aku mau nulis tentang liburan gila bareng SMS.

Sebenarnya ini bukan liburan pertama kami sih, sekitar tahun 2011 waktu masih zaman penjajahan semasa kuliah, kami juga pernah liburan bareng ke Bontang.
Tapi itu udah lama banget dan dari waktu itu sampai saat ini, baru kali inilah kami bisa Liburan bareng lagi.

Yups... Setelah banyak drama buat ngumpul yang gak berkesudahan, rencana ngumpul di cafe sekedar ngopi-ngopi cantik aja gak pernah terealisasi. Ada yg sibuk inilah, lemburlah, udah ada janjilah, ini itu, penuh drama.
Akhirnya hari selasa kmaren tepatnya tgl. 11/7/2017 terjadilah liburan mendadak kami.

Yaitu aku, nurul, fifin, lisa, fitri dan dinny, 6 dari total genk yang isinya 12 orang, -yaah berkurang formasi karena sisanya sudah masuk ranah 'emak-emak zone'-, pergi bareng ke Balikpapan dengan menggunakan honda jazz Nurul.
Peningkatan! Kalo tahun 2011 kami ke Bontang dengan bus reyot tanpa AC, tahun ini kami sudah bisa bawa transportasi pribadi, jadi memudahkan kalo mau kemana-mana.

Jam 9 pagi kami sudah lengkap berkumpul di rumah nurul, setelah berpamitan dengan ibu, kamipun cuss berangkat menuju Balikpapan.
Perjalanan berjalan lancar jaya, alhamdulillah.
Dan Tepat pukul 12.00 kamipun tiba di Balikpapan dan segera menuju destinasi pertama kami, yaitu BIC (Balikpapan Islamic Center), selain untuk melaksanakan sholat zuhur (walau liburan bareng dan diantara geng kami ada yang non-muslim, sholat tetap prioritas kami), bentuk arsitektur dari mesjid ini juga unik, terdapat aksesoris payung seperti di mekkah. Dan tempat ini tidak luput dari bagian dokumentasi perjalanan kami...


Sekitar pukul 1 siang, kamipun segera menuju hotel untuk check in. Kami penginap di hotel aston dan menyewa executive room untuk kami ber-6. Harga yang kami dapat karena pesan di traveloka + dapat voucher diskon, untuk jenis kamar yang terdiri dari 2 kamar tidur, 1 dapur, 1 ruang tamu, 2 kamar mandi, dan di sertai balcon, kami hanya membayar 800rb dari 1,2jt permalamnya. Dan ini cukup worth it karena fasilitas dan view hotel yang ciamik banget. Ada swimming poolnya, turun ke bawah langsung berhadapan dengan pantai kemala, dan yang paling penting wifi nya kenceng. 👍

Setelah beristirahat sebentar, pukul 3 siang kami kembali jalan-jalan dengan tujuan hutan mangrove.
Setelah berkeliling-keliling yang berpatokan dengan GPS, akhirnya kami...
Nyasar! Hahahah...
Entah GPS yang gak akurat, atau internet yang hilang timbul, kami malah nyasar ke daerah pasar dan bolak balik disitu-situ aja. Konyol.

Dan kami putuskan untuk pergi ke transmart studio saja, cuman untuk sekedar ingin tau tanpa berniat menaiki wahana-wahana yg ada disana.



Destinasi kami selanjutnya adalah woodclub cafe yang sedang hits di Balikpapan, letaknya pun berdekatan dengan transmart studio, sambil menunggu cafe tersebut buka (bukanya jam 4 sore), kami hanya mengelilingi transmart sambil poto-poto gaya anak alay kekinian. 😎

Selesai sholat ashar, kamipun segera menuju woodclub cafe. Masuk ke cafe tersebut suasananya so classy banget. Interiornya yang warm dan sebagian besar terdiri dari kayu-kayu dan pohon-pohon, cafe ini mungkin mengambil tema 'alam'.




Tapi untuk makanan yang disediakan, aku gak terlalu suka karena emang gak pas di lidahku sih. Karena aku lapar, pesanlah aku sepiring nasi goreng dan segelas smooties, dan jujur rasanya... Hambar.

Sore menjelang, kami memutuskan kembali ke hotel dan menikmati sunset di pantai kemala yang bisa di akses dengan hanya turun ke bagian bawah dari swimming pool hotel.


Setelah mandi dan bebersih, malamnya kami cuss lagi pergi untuk dinner. Aku sama nurul kepingin banget makan di Rumah makan Kepiting khas balikpapan yang katanya enak banget, RM. Dandito.
Dan benar banget, untuk kepiting seharga 250rb sepiringnya, ini kepiting worth it banget!
Daging Kepitingnya tebal, dan telurnya banyak.
Enakkkkk banget!!
Duh aku jadi ngiler lagi...😋



Setelah dari RM. Dandito kami pergi mengunjungi ifa, salah satu anggota geng yang udah jadi emak-emak dan pindah domisili ke Balikpapan. Doi bersuamikan seorang tentara, jadilah kami harus masuk ke wilayah korem untuk menemuinya. -jangan tanya aku nama jalannya, pun aku lupa-😂

Sekitar pukul 11 malam, kamipun kembali ke hotel untuk beristirahat.
Istirahat??
Nyatanya gak, kami malah main UNO sambil gossipan sampai capek. Ahahaha...


Esok harinya..
Sekitar pukul 7.30 pagi, aku sudah di ganggu sama berisikan anak-anak itu yang sok2an mau masak di dapur. Aku yang masih pingin melanjutkan tidur karena suasana balikpapan pada hari itu sedang hujan, malah kena gangguan rekaman2 instastory dari Mereka... 😑

Jam 8 aku benar-benar bangun...
Nurul, lisa dan fitri entah kemana karena yang tersisa hanya fifin dan dinny, katanya sih mereka pingin beli mantou.
Suasana di luar masih gerimis tapi aku kepingin berenang. Akhirnya ku paksa fifin untuk menemaniku berenang. Ahahaha. Bodo amat sama hujan, toh kena sama-sama air juga.



Sekitar 30 menit aku berenang, datanglah nurul, lisa dan fitri, dan mereka pun ikut berenang, lebih tepatnya sih poto-poto doang.

Setelah puas berenang dan poto-poto, akhirnya kamipun bersiap untuk kembali ke Samarinda.
Sebenarnya ingin lebih lama berada di sini, karena 1 hari tidaklah cukup.
Tapi... Karena hari ini aku udah dinas lagi, jadi kamipun terpaksa kembali ke Samarinda.
Pukul 11 tepat, kamipun mengucapkan perpisahan pada kota ini.
Dan kami pasti kembali, bukan untuk menginap, tapi untuk transit menuju bandara, karena liburan selanjutnya kita akan menyebrang pulau!!
I love you guys, kalian ter-bangke!

Tips buat liburan bareng geng:
1. Izin orang tua, kalo ortu udh pada kenal sama temen2 kita, dapat izin pasti gampang.
2. Susun itinerary yang jelas dan tersusun. Jadi saat nyusun itinerary usahakan ke tempat2 hits yang juga searah dan berdekatan, jadi kita gak ngehabisin waktu di jalan karena bolak-balik. Makanya saat nyusun itinerary usahakan juga pake google map biar terarah.
3. Bikin budget. Semua2nya sudah harus di perhitungkan. Dari biaya kamar hotel, bensin, masuk tempat wisata, makan, dll. Langsung di bagi rata, jadi adil.
4. Udah memahami karakter masing-masing teman. Ini paling penting, biar pada gak berantem karena sakit hati atau apalah.
5. Yahh intinya liburan kan have fun, jadi buatlah suasana liburannya nyaman dan menyenangkan yaa guys.

Rabu, 05 Juli 2017

Mudik Samarinda - Banjarmasin yang Penuh Drama

Hai!
Mumpung masih suasana lebaran, adinda mw mengucapakan minal aidin wal fadizin, mohon maaf lahir dan batin yaa buat semua...

Kali ini mau nulis tentang pengalaman ku mudik ke Banjarmasin. Setelah sekian lama gak mudik, akhirnya nyuri-nyuri waktu libur di sela-sela dinas. Hmm...
Bermodalkan habis dinas pagi-libur 3 hari-lanjut dinas malam, di hari raya ke-2, akupun nekat buat nyusul mama-bapak buat mudik ke Banjar. Yups. Keluargaku sudah lebih dulu pergi mudik dari 1 minggu sebelum lebaran.

Jadi...
Tgl. 26 juni, tepatnya hari raya idul fitri kedua, aku saat itu masih dinas pagi, yang harusnya pulang pukul 14.30 pun terpaksa izin pulang jam 12.00 karena mengejar pesawat yang jadwal penerbangannya pukul 18.00.
Dari Samarinda menuju balikpapan aku menggunakan travel kanguru, dengan biaya 150.000 dan memakan waktu sekitar 3 jam. (Terima kasih ku ucapkan kepada kesayangan akoh, Fifin Naima yang udah sudi aku repotin minta antar ke kanguru dan nungguin sampe aku berangkat. Lope you full beb. 😊)


Sekitar pukul 15.30, akupun tiba di bandara sepinggan lalu segera masuk untuk mengantri bagasi. Sebenarnya bawaanku tidak banyak, hanya 1 buah ransel berisi baju dan....
Dipenser. Yups... Si emak bela-belain nyuruh aku beliin dispenser dari samarinda buat nenek. Yakali di Banjar gak ada yang jual dispenser. 😑😑 dan dispenser inilah yang ku bagasikan di bagian OGG.


Setelah itu aku langsung masuk untuk check in. Menunggu sekitar 1.5jam, akhirnya pukul 17.30 kami di persilahkan untuk memasuki pesawat.
Pesawat yang kutumpang saat itu adalah wings air. Dengan tiket seharga +- 600rb ((kalo hari biasa tiket BPP-BDJ sekitar 300rb-400rb aja)), aku bisa berangkat menuju kampung halaman mama dan ketemu nenek serta para sepupu disana.


Pukul 19.00 akupun tiba di Bandara Syamsudin Noor. Cukup terkejut sebenarnya melihat kondisi Bandara ini, keadaannya sedikit kumuh, sempit dan kotor, jauh sekali berbeda dengan bendara sepinggan.

Keluar dari Bandara, sudah ada orangtuaku datang menjemput. Dan kamipun pergi menuju rumah nenek...
Jarak dari bandara ke rumah nenek lumayan jauh. Sekitar 1 jam perjalanan. Karena bandara terletak di BanjarBaru dan rumah nenek terletak di Banjarmasin.

Setibanya di rumah nenek, akupun menggunakan kesempatan itu untuk beristirahat, karena besok adalah jadwal keliling-keliling cari jodoh... eh salah... Keliling-keliling cari amplop... Eh salah lagi... Keliling-keliling silaturrahmi maksudnya... 😆😆

Tgl. 27, aku sudah bangun sejak shubuh. Sarapan soto banjar bikinan mama, lalu bersiap-siap untuk silaturrahmi.
Di sela-sela bersilaturahmi kerumah keluarga kami juga mengunjungi beberapa tempat wisata yang sedang hits di Banjarmasin.
Yaitu Danau Galuh Cempaka dan Danau Seran.



Ini adalah beberapa potoku saat berada di sana.

Yah cukup menariklah untuk sejenis wisata alam anak mudanya Banjarmasin.

Tgl. 28, hari ini waktunya aku pulang. Singkat banget emang perjalananku di Banjarmasin 😢.
Pagi pukul 6, kami sudah berpamitan dengan keluarga dan nenek tercinta. Lalu kamipun beranjak pergi. Rumah nenek ku berada di sei. Mesa, masuk kawasan perkotaan karena letaknya tepat berada di seberang masjid sabilal muhtadin.
Begitu keluar gang, sudah ada taman siring di depan jalan.


Dan di deretan taman siring ini, akan kita jumpai pasar terapung yang beroperasi setiap hari minggu. Sayang sekali aku disana bukan saat hari minggu.

Agak kesana dari lokasi terapung, akan kita jumpai juga taman bekantan, yang menjadi ikonik kota banjarmasin. Dan aku memaksa bapak untuk berhenti dulu di taman tersebut untuk sekedar mengabadikan poto disana.😆😆


Perjalanan pun di lanjutkan.
Dari Banjarmasin kami kembali melewati BanjarBaru. Lalu tiba di kota martapura, aku menyempatkan untuk mencari oleh2 di kota martapura. Kota ini di kenal sebagai kota intan, tapi untuk membeli intan sebagai oleh2 sepertinya dompet ku tidak sanggup. Ahaha.

Akupun hanya membeli beberapa gelang permata imitasi, kalung dari batu, tas, dan dompet dari manik-manik.
Dari Martapura kami melanjutkan perjalanan.
Melewati rantau, di rantau kami kembali bersilaturahmi ke tempat keluarga bapak. Lalu kami bebelok ke arah amuntai, tidak melewati kandangan karena mama ingin sekali makan bebek tanpa tulang amuntai yang sangat khas. Tiba di amuntai kamipun singgah di rumah makan banua lima untuk makan siang. Untuk bebek tanpa tulangnya sih lumayan menurutku, tapi terlalu mahal sih. Seporsinya di harga 50rb,padahal daging bebeknya tidak terlalu banyak. Hmm...


Dari amuntai, kamipun melanjutkan perjalanan dan tiba di tanjung, tabalong pukul 4 sore.
Sebenarnya waktu tempuh dari Banjarmasin-Tanjung hanya berkisar 5-6 jam, tapi karena perjalanan kami kali ini santai di sertai dengan silaturrahmi dan kebanyakan stop, jadilah kami menepuhnya dalam waktu 9 jam. 😁

Di Tanjung, kami menginap selama 2 hari. Tanjung adalah tempat mama dan bapak tumbuh, banyak keluarga dan teman2 yang mau mereka kunjungi.
Kami menginap di tempat kai husein, saudara bapak. Rumahnya karena berada di wilayah Baganja, yang sebagian besar pekerjaan masyarakatnya adalah mekhatam/bertani dan berkebun, tempat ini pun sangat sejuk dan dingin sekali di malam hari.

Esok paginya, kami di ajak mama untuk ke pasar Tanjung. Rumah dimana tempat mama tinggal dulu, tepat berada di bawah jembatan gantung. Termasuk rumah paling besar di masanya. Keluarga mama dari pihak kai memang berprofesi sebagai pedagang, dan juga sangat sukses di masanya. Hingga kini sih. Tapi rumah tersebut sudah di wariskan kepada sepupu mama yang saat itu tidak berada di tanjung.
Kusempatkan untuk mengambil beberapa poto di jembatan gantung Tanjung.


Malamnya kami menginap di murum pudak, adalah komplek pertamina tempat di mana tante/acil/mama yani tinggal. Yang kusuka dari rumah mama yani ini adalah, sangat2 bersih dan gak mungkin kesusahan air.

Tgl. 30, pagi pukul 06.00 setelah subuh, kamipun mulai beranjak pergi menuju Samarinda.
Di sambut oleh kabut pagi dan wilayah perumahan pertamina yang sangat asri, aku merasa sangat tentram. Ceilah...

Setelah melewati bundaran Api Tanjung, kami pun berangkat melewati Jaro. Kami singgah sebentar bersilaturahmi di tempat nenek Aluh yang tinggal di Jaro. Suami nenek Aluh berprofesi sebagai mantri/perawat, karena tempat ini masih jarang ada dokter praktek, maka rumah nenek Jaro pun sering kali ramai oleh pasien yang ingin berobat.

Dari Jaro kamipun melanjutkan perjalanan, melewati muara Uya lurus hingga tiba di perbatasan KalSel-KalTim, perjalanan dari Tanjung hingga tiba ke perbatasan cukup bagus. Jalanan licin dan mulus, namun begitu masuk ke wilayah kaltim, jalan rusak pun hampir sering kami temui. Hmm... Mungkin pemerintah perlu sekali memperhatikan wilayah perbatasan ini.
Lalu, dari perbatasan kira2 1 jam kemudian, kamipun tiba di Batu Kajang/Batu Sopang, dulu sekali, sekitar kelas 2-4 SD, aku pernah tinggal di daerah ini. Ku kenang saat aku memasuki hutan untuk mencari bambu pramuka dan melewati daerah pendulangan, ah... Ku rindu masa-masa itu.

Dari Batu Sopang, melewati belokan ke arah tanah grogot, kamipun lurus menuju koaro dan tiba di penajam sekitar pukul 12 siang, tepat saat orang akan melakukan sholat Jumat. Kamipun singgah di Masjid Agung Penajam. Masjid ini sangat luas walaupun tidak seluas islamic Center Samarinda, terdiri dari mungkin 3 lantai, lantai untuk jamaah perempuan ada di lantai 3.

Setelah bapak dan auli selesai sholat, kamipun menggelar koran untuk makan siang. Berbekal nasi dari rumah mama yani, kamipun duduk di bawah pohon, di parkiran masjid agung Penajam ini. Serasa camping... 😂


Selesai makan, kamipun segera melanjutkan perjalanan menuju ferry, dan...
Tiba-tiba bapak menadapat telpon.
Dari om Jumri.
Yang mengajak bapak untuk berlibur 1 hari di Balikpapan.
Karena ada keluarga dari Pangkalanbun yang datang ke Samarinda.
Bapakpun mengiyakan.
Lupa kalo aku, anaknya, malam ini sudah masuk kerja untuk dinas malam. 😑😑😑

Dengan membayar tiket ferry seharga Rp. 269.900,- kamipun menyebrang ke Balikpapan. Memakan waktu sekitar 30 menit, tepat pukul 15.30 kamipun tiba di Balikpapan.
Karena mereka masih mau liburan di Balikpapan, akupun terpaksa pulang ke Samarinda dengan Menggunakan bus.

Bapak mengantarku ke terminal Batu Ampar, dan saat itu semua bus masih terlihat kosong. Berjalan ke depan sedikit, di daerah pangkalan ojek, ada bus arah Samarinda yang sedang ngetem menunggu penumpang agar busnya penuh.
Walau bus tanpa Ac, akhirnya akupun terpaksa menaikinya.

Sekitar 15 menit kemudian, bus pun berangkat. Di dalam bus aku di tagih bayaran bus seharga 30rb.
Sekitar pukul 19.00 akupun tiba di terminal Samarinda. Dan menggunakan angkot menuju rumah. Celakanya...
Di tengah2 perjalanan, saat sedang menaiki gunung, eh... Si angkot mogok dan berjalan mundur. Aku langsung sawan, pucat, pasi. Tanpa alang2, akupun lebih meilih turun demi keamanan jiwa dan raga.😰

Akhirnya akupun lebih memilih order gojek saja.
Pun... Lama sekali ada yg accept orderanku.
Akhirnya setelah menggalau sekitar 15 menitan, adalah abang Gojek baik hati bersedia meng-accept orderanku. Dengan 15rb, akupun sampai di rumah dengan selamat.

Sungguh. Mudik tahun ini penuh warna dan cerita. 😆😆

Rabu, 05 April 2017

Explore Samarinda (part 4), Tamasya Tipis-Tipis

Samarinda memiliki potensi alam yang menarik dan instagrammable yang wajib dikunjungi jika kalian anak Samarinda.

Jelajah Mahakam




Dinas pariwisata saat ini sedang giat-giatnya mempopulerkankan wisata bahari mengelilingi sungai mahakam dengan memanfaatkan kapal masyarakat yang disulap dengan nama kapal Jelajah.
Memiliki rute yang dimulai dari pelabuhan menuju jembatan Mahkota 2 lalu berputar menuju jembatan Mahakam, jelajah Mahakam ini menghabiskan waktu sekitar 2,5-3 jam lamanya.
Biaya yang dibutuhkan untuk wisata Jelajah Mahakam ini:
  • Jika hanya 1 rute dari pelabuhan menuju Jembatan Mahkota 2, biaya yang di butuhkan adalah 25 ribu
  • Jika 2 rute menuju Jembatan Mahkota dan Jembatan Mahakam akan dikenakan biaya 50 ribu.
Jika kalian melakukan perjalanan ini saat weekend, kapal jelajah ini akan singgah ke kampung tenun Samarinda Seberang. Selain dapat berbelanja kain tenun, kalian juga dapat menyaksikan proses pembuatan tenun disana secara langsung.




Aku sendiri dulu sebelum ada kapal jelajah pernah melakukan perjalanan wisata bahari ini dengan menyewa kapal kelotok di pelabuhan bersama teman-teman kuliah, dengan membayar 250rb kapal ini mampu mengangkut sekitar 30 orang dan kamipun di ajak berkeliling sungai mahakam.




Air Terjun Tanah Merah
Terletak di Dusun Purwosari, Desa Tanah Merah kecamatan Samarinda Utara atau sekitar 14 Km dari pusat Kota Samarinda.


Air Terjun yang hanya memiliki ketinggian sekitar 15 meter ini, mengalirkan air yang merayap di batuan besar kemudian jatuh menciptakan kolam yang lebar di bawahnya.
Meski hanya diatas lahan seluas 6 hektar, Taman Wisata Air Terjun ini sudah dilengkapi beberapa bangunan seperti Musholla, kolam renang anak-anak, area bermain dan gedung untuk pertunjukan.
Jika kita ingin merasakan suasana tenang, asri dan sejuk inilah tempat yang pas.

Telaga Permai Batu Besaung
Merupakan obyek wisata alam yang terletak di daerah Sempaja ujung. Jalan menuju Telaga Permai ini sangat menyegarkan, di kelilingi oleh sawah-sawah warga dan hutan yang masih rimbun.


Akses menuju telaga ini, Jika membawa motor atau mobil, harus di parkirkan terlebih dahulu di gerbang masuk, lalu berjalan kaki menuju air terjun berada.

Kawasan ini memiliki sejumlah air terjun dengan ketinggian yang rendah. Dari semua air terjun tersebut, terdapat telaga di bawah aliran airnya.


Air Terjun Pinang Seribu
Merupakan wisata alam yang terletak di kelurahan Sempaja Utara. Tepatnya di jalan padat karya, sekitar 6 km dari simpang bengkuring.


Memiliki bentuk air terjun yang unik, yaitu menyerupai seperti tangga sehingga dapat di panjati (namun tetap harus berhati-hati karena aliran airnya sangat deras).
Disana juga terdapat beberapa jenis permainan, seperti area outbound, sepeda air dan jembatan gantung. Terdapat juga tempat penginapan berupa villa dan gazebo.


Gunung Batu Putih



Batu Putih adalah kawasan perbukitan batu gamping. Terletak *tepat di belakang rumah* di kawasan Jalan Suryanata. Lokasinya sendiri cukup mudah ditemukan. Ada 2 akses menuju gunung Batu putih ini.


Pertama, Masuk ke dalam Perumahan Graha Indah, lebih kurang 500 meter, terdapat pertigaan jalan berbatu, segera belokkan kendaraan ke arah kanan, terdapat tanjakan, ikuti jalurnya hingga ke atas, melewati lapangan tanah liat dan dua belokan ukuran sedang. Sesampainya di atas, terdapat permukaan datar seluas 400 m2, yang bisa digunakan untuk kegiatan kemah atau sekadar duduk dan menikmati senja dari atas ketinggian.
Atau jalan masuk kedua, yaitu dari komplek Batu Putih. Dari pintu gerbang masuk lurus kira-kira 200m, akan ada tanjakan, tetap ikuti jalur. Kiri kanan akan terlihat warga yang sedang membuat batu bata dari tanah liat. Lalu terus menanjak *sudah ngos-ngosan sih*, hingga sampai ke puncak gunung kita akan di sajikan area dimana kita dapat melihat keseluruhan kota Samarinda dari atas sini.


Bukit Steleng



Bukit ini pernah membuat heboh grup facebook Bubuhan Samarinda, ketika ada salah seorang netizen memposting foto kota Samarinda dari bukit ini. Pasalnya, kita bisa melihat Sungai Mahakam dan sebagian wajah kota Samarinda dari ketinggian ini.


Jika ingin ke sana, bisa dari Jalan Lumba-Lumba, Selili. Menyusuri jalan, hingga kita sampai di gang 2,  masuk jalur ke bukit steleng dan kemudian parkir di halaman sebuah SD. Lalu mulai mendaki ke atas sampai kira-kira 30 menit.
Sesampainya di atas kita akan di sambut dengan ilalang di sepanjang dataran bukit, lalu tampak keindahan sungai mahakam dan pemukiman rumah warga di bawahnya.

Gunung RCTI



Bukit ini dikenal dengan nama Bukit Palaran RCTI. Kenapa? Karena disitu ada pemancar/ transmisi stasiun televisi RCTI. Terletak di Jl. Dwikora, Kelurahan Mesjid, Kecamatan Samarinda Seberang.


Bukit ini tidak terlalu tinggi namun cukup bagus untuk melihat Sungai Mahakam dari ketinggian. Akses jalannya pun mudah tidak jauh dari keramaian.
Apabila kita dari tengah kota, kita bisa melalui jembatan Mahakam kemudian belok kiri mengikuti jalan ke arah Mangkupalas. Carilah terminal atau kumpulan angkot berwarna kuning. Ada jalan setapak untuk bisa naik sampai di atas.

Bukit Tanjung/ Bukit Teletubies



Ini adalah nama bukit yang baru-baru ini mulai tenar. Letaknya di Lempake menuju ke Waduk Benanga. Memiliki daya tarik lanskap bukit hijau yang menyediakan pesona sunrise ataupun sunset yang bisa dinikmati di tempat ini.
Trekking-nya untuk bisa ke atas bisa dikatakan mudah, berada di area persawahaan tidak jauh dari SMP 13 Lempake.

Danau Cermin



Berlokasi di Loa Bakung, Letak Danau Cermin ini dibilang cukup strategis karena masih masuk dalam wilayah kota Samarinda.
Entah kenapa namanya bisa jadi begitu. Mungkin nyontek dari Danau Labuan Cermin yang ada di Biduk-biduk dan memiliki warna serupa.
Danau ini merupakan area bekas galian tambang yang terbentuk secara alami akibat genangan air hujan. Entah bagaimana, air yang terbentukpun berwarna biru bening dan dikelilingi pohon-pohon dan tanaman liar disekitarnya.


Area ini menjadi hits karena sebagian besar dikunjungi anak medsos yang mengabadikan pemandangan disini melalui instagram, path dan sebagainya.